Sebuah pemikiran dangkal, dari manusia awam, yang akhirnya terhasud untuk turut serta berpolemik. Sebuah tulisan yang sebenarnya tak perlu di gathe’no. Semoga dapat menikmati tulisan yang cukup panjang ini..
Latar Belakang Penulisan
Deehh… Berasa thesis aja, pake latar belakang segala. Tapi dalam hal ini saya merasa penting banget untuk cerita kenapa saya pilih topik postingan ini. Polemik yang sumpah!! saya sebut : lebay deh orang2 ini!! Walopun akhirnya saya terpaksa ikutan lebay bergabung dengan polemik bahasan gak penting ini.
Secara pribadi saya ndak perduli dengan masalah ini, ndak ambil pusing dengan ditangkapnya Ariel, dan males banget mbahas orang2 sekitar yang sibuk mbahas orang lain yang membahas ini.. Bingung kan?? Cerna baik-baik kata-kata saya ya
. Intinya, dari pendapat saya, masalah ini gak perlu dibahas secara lebay, karena ndak penting dan ndak ada added value-nya. Tapi kemudian pagi ini saya membaca status fesbuk friends saya, timeline di twittland dan obrolan semata-mata dengan teman di kantor, jadi gemes juga dan merasa perlu untuk mengatakan opini saya, terkait dengan opini masyarakat (baca: teman2 saya) yang berkembang, dilatarbelakangi oleh kasus AriuL (Ariel-Luna) ini.
Pada dasarnya ada dua kubu opini yang berkembang di masyarakat dalam hal ini, khususnya terkait dengan penangkapan Ariel sebagai pelaku.
PERTAMA : Pihak yang memandang bahwa penangkapan ini adalah hal yang tidak adil, karena untuk kasus yang sama, yang terjadi sebelumnya tidak dilakukan hal yang sama. Jadi mereka pada intinya memandang, bahwa kasus ini ndak perlu di meja hijaukan, karena ini masalah privasi dan mereka (ALC) adalah “korban”. Pemerintah ndak perlu ikut campur dalam hal ini, karena ini adalah masalah pribadi, yang “dipaksa” menjadi konsumsi publik.
KEDUA : Pihak yang memandang bahwa kasus ini memang perlu untuk diselesaikan secara hukum. Pemerintah mesti ikut campur, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Teman saya yang beropini demikian, menunjukkan sebuah kasus bahwa ada anak SD dan SMP memperkosa siswi SD, setelah melihat video porno artis. (na’udzubillahi mindzaliik… >.<) Duh!! Apapula ini…
Dan sebuah polemik tak berujung yang terus memperdebatkan, SALAH siapa?? dan DOSA urusan siapa??
Naahh… yang gini nih.. Kita suka lupa ngomong sama kaca. Kita (termasuk saya) suka banget ngurusin borok orang lain.. Makanya jadi heboh. Tapi di satu sisi, borok masyarakat itu juga seharusnya diurus bersama. Jangan cuma dibiarin aja.. Karena bakal jadi borok yang lebih besar. Astaghfirulloh.. Kita memang sering gak adil ya.. Tapi nuntut keadilan!! Ahhhh .. geje sekali kita ini.. Makanya itu, saya jadi tertarik menuliskan opini saya untuk masalah ini..
SALAH SIAPA??
Kalo ngomongin SALAH-BENAR bakal jadi riweuh ini.. Karena memang saat ini urusan ini menjadi sangat absurd, ambigu, abu-abu, dan hal ndak jelas lainnya. Kita sudah mulai melupakan standar yang paling utama dalam urusan menentukan SALAH dan BENAR. Mau disebutkan, standar utamanya apa?? Jelas tho?? Pasti sudah bisa nebak tho?? Standar apa yang bakalan saya sebut.. Kalo saya bilang disini, nanti dibilang saru dan sara.. Eh, tapi siapa peduli, toh saya yang punya blog =P . Jadi saya bakal sebut aja sekalian. Standar benar dan salah itu ya, harusnya agama, ajaran dan kitabnya.. Bukan standar orang tua, standar artis, standar khalayak umum, standar tradisi, ato standar2 geje lainnya.. Tapi sekali lagi, itu kan TEORInya. Prakteknya memang sulit, tapi ya masak rek… ndak bisa diusahakan. Hopeless banget thoo.. *mulai OOT*
Read more »