Kasta dalam Profesi : Self Insight

Posted in Uncategorized with tags , on March 26, 2011 by Complicatedly simple

Profesi ternyata ada kasta atau tingkatan prestise yg berbeda bagi tiap individu. Tergantung latar belakang sosial dan nilai2 yang dianut.

Berikut kasta profesi dalam sebuah masyarakat. Urutan KASTA PROFESI dari level tertinggi – terendah, menurut :
A. ORANG TUA
1. Pegawai Negeri
2. Pegawai BUMN
3. Karyawan Swasta
4. Entrepeneur
(Freelancer tdk dihitung sbg profesi)

B. ANAK
1. Entrepeneur
2. Karyawan Swasta
3. Peg. BUMN
4. Peg. Negeri.

Anak bercita-cita utk Bahagia, Kaya dan Suatu saat Merdeka Scr Finansial.

Orang tua berharap anaknya Bahagia dan NORMAL.

Demikian.

*sebuah pengamatan pada fenomena di suatu masyarakat tertentu, tdk mewakili seluruh ORANG TUA ataupun ANAK yang ada di Indonesia*

Oia.. Selamat Menikmati.. *berasa jualan kueh*

Sebuah Pengakuan

Posted in olah rasa with tags , on March 25, 2011 by Complicatedly simple

Untuk seseorang di luar sana..

Pagi ini ku terbangun seperti biasa . Tak ada yang istimewa, kecuali satu hal.. Tiba-tiba terbersit suatu rasa. Betapa ingin ku mengatakannya. Sesuatu yang belum sempat kuungkapkan padamu hingga saat kau pergi.

Pagi ini, lewat tulisan ini.. Tak banyak yang ingin kuakui padamu.

Aku hanya ingin bilang

Aku suka………

TELUR ASIN

 

 

ttd , Telur Asin Lovers

telur asin

 

 

 

Kota Toea : Indah tapi Serem (??)

Posted in Indonesiana, Sharing with tags , , on July 26, 2010 by Complicatedly simple

Kota Toea berhasil membawa saya pada kenangan masa lalu, ketika harus mencerna sampai lumat buku-buku sejarah masa SD sampai SMP, dan novel-novel berlatar belakang sejarah yang pernah saya baca. Kota toea berhasil memberikan deskripsi nyata pada imajinasi saya mengenai apa yang pernah terjadi pada abad 19. Pada masa-masa pemerintahan kolonial Belanda. Luar biasa!!  

    

   BANGUNANNYA……  

Saya merinding sekaligus takjub, ketika berdiri diantara gedung-gedung dengan arsitektur bergaya Reinassance (wotever!) asal Eropa itu. Well, saya ndak akan mbahas tentang arsitektur Kota Toea dan detail sejarahnya. Selain bangunan berarsitektur kuno peninggalan Belanda, banyak museum juga di wilayah ini. Ada museum Wayang, museum Fatahillah, museum Bank Mandiri, museum Seni dan Budaya.  

Mengitari kota ini, langsung menimbulkan kesan : COCOK BANGET BUAT SETTING FILM HOROR!!  Masuk ke museumnya, perasaan ini ngga enak. Gedung temboknya udah warna kuning, banyak jaring laba-labanya. Lampunya remang-remang.. komplit seremnya. Banyak dzikir waktu didalam museum, berharap pulangnya nggak “nggendong” sesuatu yang tak diinginkan.. You know what I mean… =P  *kebanyakan film horror*  

ORANG-ORANGNYA….  

Beruntung waktu kesana, pas lagi ada event. Komunitas sepeda kumbang lagi kumpul dan ternyata anggotanya ada yang ndebus.. Jadilah kita nonton debus gratis. Selain itu, disini jadi tempat ngumpul orang dari berbagai kalangan. Mulai dari yang anti kemapanan, sampe orang-orang yang sudah mapan. Disini kita bisa liat sekelompok orang berdandan rasta sampe punk berada di satu sisi. Sementara di depan batavia cafe, kita bakalan ketemu sama sekelompok orang yang kayanya berasal dari komunitas fotografi. Nggak lama, datang para bycicler, kayanya dari komunitas bike to work datang berkunjung. Kayanya kota toea jadi salah satu tujuan trip mereka kali ini.  

Yang menarik adalah, para fotografer amatir ini. Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, anak muda, sampe yang ga kalah stylish dari objeknya juga ada.. Cekidot dah..  

Gedung Rusak (?)

 

Seharusnya ini kolam tengah kota

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Unplanned Weekend : GREAT!!

Posted in DML, olah rasa, Sharing with tags , , , on July 26, 2010 by Complicatedly simple

Spontanitas itu seringkali menyenangkan. Kita ndak sempat merencanakan dan menduga tentang apa yang akan kita lakukan dan kita lihat. Dan tiba-tiba apa yang kita lakukan, menjadi kejutan kecil yang menyenangkan!!

Museum Fatahillah

 

 

 

 

 

 

 

 

Pagi ini bangun kepagian. Paling ndak, terlalu pagi untuk naik busway ke bunderan HI. At least itu adalah rencana awal pagi ini, untuk lari pagi di Bunderan HI. Disepakati untuk tidur lagi, dan terbangun gelagapan ketika jam sudah menunjukkan jam 05.55.

Cepat-cepat ganti baju. Pake baju standar lari pagi yang sedikit ga matching.  So what, we’re just gonna catch in sweat actually.. No need to be in good costumes and looks pretty after all =P . Dan bawa bekal secukupnya: KTP, HP, dan seonggok uang receh yang diambil asal dari dompet. All checked!! And go..

Naik busway pagi bareng temen baru. Semacam type teman yang sudah lama tak ditemui, tapatnya sejak 2 tahun yang lalu *masa lalu*. Type teman yang seneng banget melakukan hal yang nggak direncanakan dan tanpa pikir panjang. Obrolan di busway diawali dengan terminal akhir busway Harmoni ini. Btw, terminal akhirnya di KOTA TOEA loo.. Yaps!! dan mengalirlah obrolan tentang kota tua, dan katanya katanya tentang KOTA TOEA. And, hei!! Kenapa kita ndak kesana aja sekalian kesana??!! Harusnya udah deket dari halte terakhir. Sama-sama bego dimana letak kota tua, jalannya, arahnya, kita tetap sepakat untuk kesana. Dan akhirnya, dengan sedikit perjuangan, nyampelah kita di KOTA TOEA. Kota ini sungguh!! menimbulkan perasaan nostalgia. Jadi ingat jaman kolonialisme Belanda dulu *lebay* . Detail ceritanya bakal ada posting sendiri ya.. Tapi satu hal yang pasti!! Waktu jalan di Kota Toea ini, saya jadi inget sama @niken_savitri, @akoelelaki @tenoap yang ngakunya suka banget sama fotografi. Disini, banyak orang keliaran pake kamera keren!! Soalnya, banyak objek yang asli keren abis. Disini rasanya ndak perlu kamera bagus untuk ambil gambar yang bagus. Ntar saya pamer hasil foto dari kamera hape yang cuma 2 MP.. And it’s not bad afterall.. ^^

Sembari jalan, muter2 di Kota Toea, terlontar komentar : ‘Di antara gedung-gedung tua ini, kenapa pohon peneduhnya pohon kelapa??’. ‘Ini karena kota ini dekat pantai. Dekat Ancol!!’. YOW!! Kenapa kita ndak kesana sekalian??!! mumpung udah deket.. Yes!! Dasar teman sesama gila.. Mau aja diajak..

Naik angkot sekali, dan busway sekali, nyampelah kita di Ancol! Dengan uang seadanya, pengetahuan seadanya, dan dandanan yang asli!! alakadarnya… kita muterin Ancol. Dan sesungguhnya kita berada di antara orang-orang yang niat banget rekreasi (keliatan dari bawaannya) dan masih wangi dan tampak rapi. Sementara kita, (mungkin) tampak belum mandi, dan hanya berbekal air mineral di tangan.. Cerita serunya juga ada di posting yang lain ye..

Tapi beneran deh!! Wiken kali ini, yang tidak terencana ini, jadi terasa jauuuhh menyenangkan. Dan lebih tanpa penyesalan sedikitpun!! Karena kita cuma melakukan tanpa mikir!!  Dan catatan penting kali ini, kemanapun kita pergi, jangan lupakan ATM!! In case hal semacam ini kejadian lagi \(^^)/

Well, yeah!! Tanpa rencana, hari ini jadi menyenangkan. Somehow, it makes me thing to quit making plan of life, and see what kind of surprise i’ll get.. ^^

Alhamdulillah.. It’s great afterall..

Baik tapi pelit

Posted in DML, fiksi, olah pikir, olah rasa with tags , on July 3, 2010 by Complicatedly simple

Takko chan bingung..

Setiap hari ia melewati jalan yang sama. Jalan yang ramai namun hening. Dimana setiap orang berjalan bersama, cepat dan gesit, sendiri sendiri. Dalam diam.. Sepi..

Setiap hari pula Takko chan bertemu dengan orang-orang itu. Para peminta-minta yang duduk di pinggir koridor jalan itu. Takko chan hanya memandang mereka, kemudian tersenyum.

Takko chan bingung. Dia baik, tapi selalu ragu melemparkan koin. Dia pengasih, tapi berpikir dua kali untuk mengulurkan lembaran uang. Dia tak tega, tapi bingung memikirkan sedekah yang pantas. Dia berpikir, apa yang terbaik untuk diberikan.

Dia tersenyum, setelah menemukan jawabannya

Takko chan tersenyum.

Sejak saat itu dia selalu memberikan senyum terbaiknya untuk orang-orang itu. Tak ada lemparan koin. Tak ada uluran lembaran uang kertas. Hanya senyum manis. Senyum untuk sedekah.

Takko chan baik. Tapi pelit.

Kebebasan dalam Kesedihan

Posted in fiksi, insight, olah pikir with tags , , on July 3, 2010 by Complicatedly simple

Takko chan terhenyak…

Mimpi itu terasa nyata. Sebuah mimpi sebelum subuh. Seperti sebuah petunjuk. Bahwa sudah waktunya untuk merelakannya pergi. Dan kali ini benar-benar pergi.

Takko chan sedih, namun bahagia. Kebebasan itu akan segera tiba. Walaupun sebuah kesedihan kembali menjelma. Kebebasan dalam kesedihan. Kesedihan yang tak pernah dapat dipahaminya. Tapi ia bahagia.

Kesedihan yang membahagiakan. Yang mungkin tak perlu ia mengerti. Takko chan menangis, sekaligus tersenyum, untuk sesuatu yang tak dipahaminya. Ah, hidup terkadang tak perlu dimengerti. Kelak, ia akan menunjukkan maksudnya sendiri pada kita.

Takko chan bingung dan sedih, namun merasa bebas dan bahagia.

Bertanyalah!! Maka Dia akan menjawab

Posted in Uncategorized on July 3, 2010 by Complicatedly simple

Ketika sesak mendera

Ketika air mata tak tertahankan lagi

Ketika hati tak juga mendapat kepastian

Ketika ragu meliputi

Pada siapa harus mengadu atas semua gundah??

Pada siapa harus bertanya untuk semua harap yang tak pasti??

Menangislah!!

Mengadulah!!

Jika tak cukup sabar menanti jawab yang tersirat..

Carilah yang tersurat

Bertanyalah!!

Alloh akan menjawabnya, dengan firmanNya

Maha Suci Alloh dengan segala firman-Nya

*Medio 03072010di suatu pagi yang cerah*

Takko chan dan dirinya….

Posted in fiksi with tags , on June 23, 2010 by Complicatedly simple

Gadis itu.. Takko chan.

Dia  sedang memandang sebentuk wajah dihadapannya. Memandang jauh dan dalam tepat dimatanya. Keheningan memberikan jarak diantara mereka berdua. Hingga akhirnya, telinga Takko chan menangkap sebuah suara. Mulut dihadapannya berucap, perlahan namun jelas terdengar.  Katanya….

“Dunia sedang ramah padaku. Dunia sedang tersenyum padaku. Orang2 disekitarku menyayangiku. Mereka melindungi dan menjagaku. Sahabatku tersenyum ramah padaku, bersedia berbagi kebahagiaan dan mendengar susahku setiap saat. “

Wajah di hadapan Takko chan itu tersenyum datar…

“Tuhan pun begitu baiknya padaku. Kebaikannya kali ini menyenangkan. Rejekiku dicukupkan, dianugerahkannya aku kesehatan. Pekerjaan mengalir terus, tapi juga tak terlalu banyak hingga harusnya aku masih bisa menikmati hidup”

Dan kemudian wajah itu mengeras, lalu dingin berkata…

“Tapi.. saat ini aku sedang sinis!!  Acuh pada orang2 di sekitarku. Apatis dan tak peduli pada perasaan orang2 yang mencintaiku. Kali ini aku sangat menyebalkan!! Menghakimi, menyalahkan, dan berkata kasar seperti terasa menyenangkan. Oh.. aku tak peduli apa kata mereka. Aku sedang menikmati peranku, menjadi manusia kasar, sarkas, angkuh dan kejam”

……….

Seketika wajah itu menunduk lemas, seraya berkata

“Semoga Tuhan mengampuniku…”

Takko chan pun beranjak dari depan cermin itu….

Dosa Urusan Siapa?? : Polemik (duh! ga penting amat) AriuL

Posted in insight, olah pikir, olah rasa, trending topics with tags , , , on June 23, 2010 by Complicatedly simple

Sebuah pemikiran dangkal, dari manusia awam, yang akhirnya terhasud untuk turut serta berpolemik. Sebuah tulisan yang sebenarnya tak perlu di gathe’no. Semoga dapat menikmati tulisan yang cukup panjang ini..

Latar Belakang Penulisan

Deehh… Berasa thesis aja, pake latar belakang segala. Tapi dalam hal ini saya merasa penting banget untuk cerita kenapa saya pilih topik postingan ini. Polemik yang sumpah!! saya sebut : lebay deh orang2 ini!! Walopun akhirnya saya terpaksa ikutan lebay bergabung dengan polemik bahasan gak penting ini.

Secara pribadi saya ndak perduli dengan masalah ini, ndak ambil pusing dengan ditangkapnya Ariel, dan males banget mbahas orang2 sekitar yang sibuk mbahas orang lain yang membahas ini.. Bingung kan?? Cerna baik-baik kata-kata saya ya :D . Intinya, dari pendapat saya, masalah ini gak perlu dibahas secara lebay, karena ndak penting dan ndak ada added value-nya. Tapi kemudian pagi ini saya membaca status fesbuk friends saya,  timeline di twittland dan obrolan semata-mata dengan teman di kantor, jadi gemes juga dan merasa perlu untuk mengatakan opini saya, terkait dengan opini masyarakat (baca: teman2 saya) yang berkembang, dilatarbelakangi oleh kasus AriuL (Ariel-Luna) ini.

Pada dasarnya ada dua kubu opini yang berkembang di masyarakat dalam hal ini, khususnya terkait dengan penangkapan Ariel sebagai pelaku.

PERTAMA : Pihak yang memandang bahwa penangkapan ini adalah hal yang tidak adil, karena untuk kasus yang sama, yang terjadi sebelumnya tidak dilakukan hal yang sama. Jadi mereka pada intinya memandang, bahwa kasus ini ndak perlu di meja hijaukan, karena ini masalah privasi dan mereka (ALC) adalah “korban”. Pemerintah ndak perlu ikut campur dalam hal ini, karena ini adalah masalah pribadi, yang “dipaksa” menjadi konsumsi publik.

KEDUA : Pihak yang memandang bahwa kasus ini memang perlu untuk diselesaikan secara hukum. Pemerintah mesti ikut campur, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Teman saya yang beropini demikian, menunjukkan sebuah kasus bahwa ada anak SD dan SMP memperkosa siswi SD, setelah melihat video porno artis. (na’udzubillahi mindzaliik… >.<) Duh!! Apapula ini…

Dan sebuah polemik tak berujung yang terus memperdebatkan, SALAH siapa?? dan DOSA urusan siapa??

Naahh… yang gini nih.. Kita suka lupa ngomong sama kaca. Kita (termasuk saya) suka banget ngurusin borok orang lain.. Makanya jadi heboh. Tapi di satu sisi, borok masyarakat itu juga seharusnya diurus bersama. Jangan cuma dibiarin aja.. Karena bakal jadi borok yang lebih besar. Astaghfirulloh.. Kita memang sering gak adil ya.. Tapi nuntut keadilan!! Ahhhh .. geje sekali kita ini.. Makanya itu, saya jadi tertarik menuliskan opini saya untuk masalah ini..

SALAH SIAPA??

Kalo ngomongin SALAH-BENAR bakal jadi riweuh ini.. Karena memang saat ini urusan ini menjadi sangat absurd, ambigu, abu-abu, dan hal ndak jelas lainnya. Kita sudah mulai melupakan standar yang paling utama dalam urusan menentukan SALAH dan BENAR. Mau disebutkan, standar utamanya apa?? Jelas tho?? Pasti sudah bisa nebak tho?? Standar apa yang bakalan saya sebut.. Kalo saya bilang disini, nanti dibilang saru dan sara.. Eh, tapi siapa peduli, toh saya yang punya blog =P . Jadi saya bakal sebut aja sekalian. Standar benar dan salah itu ya, harusnya agama, ajaran dan kitabnya.. Bukan standar orang tua, standar artis, standar khalayak umum, standar tradisi, ato standar2  geje lainnya.. Tapi sekali lagi, itu kan TEORInya. Prakteknya memang sulit, tapi ya masak rek… ndak bisa diusahakan. Hopeless banget thoo.. *mulai OOT*

Read more »

Tentang Ayah – Bapak Saya

Posted in family, Sharing with tags , , , , on June 21, 2010 by Complicatedly simple

Lalu waktu tangis saya mereda, Bapak mendudukkan saya di kursi, dan meletakkan kepala saya di pangkuannya. Sambil mengelus kepala saya, Bapak mengatakan, bahwa Ibu sedang capek. Dan apa yang saya lakukan membuat Ibu marah dan kecewa. Untuk itu, setelah ini, Bapak meminta saya untuk minta maaf pada Ibu…

20 Juni 2010, ternyata ditetapkan sebagai Fathers Day, alias Hari Ayah Sedunia. Di twittland (sebutan untuk dunia twitter, incase ada yg ga ngerti) sendiri, kemaren #tentangayah sempat menjadi trending topics. Saya sendiri, ndak (belum) minat nge-twit tentang ayah saya. Kemarin, saya binun mau nulis apa..

Somehow, once I’ve promised di posting saya sebelum ini, that I’am goin to write tentang ayah saya di blog ini. Gapapa lah yaa.. ngepas2in momen. Toh gak bener2 pas juga. Kelewat satu hari…

So, here we go….

Ayah biasa kami panggil Bapak. Bapak saya adalah orang yang tergolong pendiam kalo sama anak2nya. Cocok kalo lagi diskusi sama Ibu. Bapak saya lebih cenderung sebagai orang tua fasilitator. Jadi maunya anaknya, asalkan baik dan dapat dipertanggungjawabkan, pasti bakalan diusahakan.

Kalo diinget-inget, Bapak yang menjadikan anak2nya jadi “gila buku”. Sejak kecil, kalo Bapak lagi pergi keluar kota, oleh2nya bukan mainan, ato baju baru.. Tapi Buku!! Entah buku cerita, komik, ato buku mewarnai.. Pokoknya buku. Mengingat kita tinggalnya di kota kabupaten kecil di Madura. Akses buku relatif terbatas. Pokoknya setiap kali pergi, kita selalu mendapatkan buku baru dari Bapak. Belum lagi Bapak sukabanget berlangganan majalah dan koran sekaligus. Kebayang kalo sejak kecil sudah melihat orang tua kita akrab banget sama bacaan. Gak heran, umur tiga tahun saya sudah hafal huruf alfabet, 4 tahun lancarbaca, dan lima tahun, bisa baca tulisan dokter. Bukan berarti cerdas, tapi masalah kebiasaan saja….

Bapak itu bener fasilitator no.1 buat anak2nya. Ndak perlu minta, cukup ditunjukkan saja kesukaan kita, pasti difasilitasi dah.. Apalagi kalo kebutuhan sekolah. Bahkan rasanya sampe berlebih. Lagi-lagi buku.. Saya ingat banget, setiap kali ada di tingkat akhir, baik kelas 6 SD, kelas 3 SMP dan kelas 2 SMA, tiba-tiba stok buku saya meningkat tajam. Buku latihan, Bank Soal, Buku Materi tambahan pelajaran.. Itu semua di luar buku les dan buku cetak wajib untuk sekolah. Plus, ada jatah untuk langganan majalah tiap bulan, belum lagi uang saku yang bisa dipake buat beli buku.. Duh.. buku kok terus yaa..

Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 110 other followers